TUGAS M4 KB4 Sistem Pemindah Tenaga Alat Berat
TUGAS M4 KB4:
SISTEM PEMINDAH TENAGA ALAT BERAT
NAMA : JASTIMA BAKTI SILALAHI
NOMOR PESERTA : 18070642710031
Tugas
1. Akses terhadap buku manual salah satu jenis dan merek alat berat, gambarkan skema sistem pemindah dayanya secara urut beserta cara kerjanya!
2. Akses salah satu buku manual alat berat, buat ringkasan perawatan dan pengujian yang harus dilakukan pada komponen-komponen sistem pemindah dayanya!
Jawaban :
1. Skema Sistem Pemindah Daya serta Cara Kerjanya.
Alat Berat yang saya jabarkan adalah Buldozer Merek Komatsu.
Jenis Pemindah Tenaga
: Mechanical Power Train
Metode Pemindah Daya
: Rantai dan Sprocket
Keterangan :
1. Engine
2. Kopling Utama (main clutch)
3. Universal joint
4. Transmisi
5. Bevel gear pinion
6. Steering clutch
7. Steering brake
8. Track
9. Adjuster Transmisi
10. Saluran Exhaust
Adapun Skema Pemindah Daya Buldozer Komatsu dan Cara kerjanya :
ENGINE POWER TRAIN UNDER CARRIAGE
SISTEM HIDROLIK SISTEM LISTRIK
1. Engine
Engine merupakan sumber tenaga umumnya adalah sebuah engine atau motor bakar diesel 4 langkah, walaupun ada juga yang menggunakan motor diesel 2 langkah, tetapi agak jarang.Engine berfungsi sebagai penggerak utama (Sumber Tenaga )
2. Power Train
Tenaga engine dipindahkan ke semua bagian yang memerlukan tenaga tersebut. Pemindahan tenaga, dari sumber tenaga ke penggerak akhir (Power Train /pemindah tenaga),
3. Fungsi Power Train
Secara umum power train sebagai pemindah tenaga engine sampai ke final drive, mempunyai fungsi untuk :
a. Memutus dan menghubungkan tenaga
b. Memilih dan merubah kecepatan gerak unit, atau
c. Memilih torsi yang sesuai untuk mendapatkan tenaga yang diperlukan Mengatur gerakan maju atau mundur unit.
4. Under Carriage (Kerangka Bawah)
a. Sprocket
b. Front idler
c. Track adjuster
d. Track roller.
e. Track Link
f. Track shoe
g. Carrier roller
h. Track Frame
Under carriage, bagian bawah dari bulldozer yang terdiri dari beberapa bagian/komponen berfungsi sebagai sarana penggerak unit, maju ataupun mundur, setelah menerima tenaga dari sumber tenaga utamanya (engine) melalui power train.
Fungsi dari masing-masing komponen tersebut adalah :
a. Sprocket
Sebagai penggerak unit melalui rantai dan sepatu rantai (track link and track shoe), setelah menerima tenaga dari engine melalui power train.
b. Front idler
Roda bebas/tanpa tenaga, sebagai roda laluan rantai (track) berputar setelah mendapat tenaga dari sprocket, dan berfungsi untuk
mengarahkan track agar tidak keluar dari track roller.
c. Track adjuster
Bagian alat atau komponen yang digunakan untuk menyetel kekencangan rantai (track link).
d. Track roller
Bagian atau komponen undercarriage yang berfungsi sebagai penyangga atau tumpuan unit saat berjalan dan tempat laluan track meluncur ketika berputar.
e. Track link
Track link merupakan suatu rangkaian mata rantai (link) yang berfungsi sebagai dudukan sepatu-sepatu (shoes) yang menapak ke tanah, yang digunakan oleh gigi-gigi sprocket.
f. Track shoe
Track shoe merupakan bagian dari komponen bulldozer (under carriage) yang digunakan bulldozer untuk menapak di tanah (atau material lain), untuk mendapatkan ground pressure yang sesuai dengan kondisi tanah, untuk mendapatkan traksi yang sesuai dengan kondisi beban dorong/potong Mengingat fungsinya tersebut maka untuk bulldozer dipergunakan beberapa macam sepatu/shoes, yang berkaitan dengan ukuran (lebar/sempit, tebal/tipis, dsb.) serta model (single grouser, double grouser, dsb.)
g. Carrier roller
Carrier roller berfungsi sebagai penyangga track link di atas track frame, sekaligus juga mengarahkan rail track link agar link tetap berada pada idler dan sprocket.
h. Track frame
Rangka track roller (track roller frame) berfungsi sebagai tempat bertumpu komponen-komponen under carriage yang lain.
5. Sistem Listrik (Starting Motor)
Tenaga listrik bulldozer khususnya diperlukan untuk motor starter, yang dipergunakan untuk start engine, lampu-lampu, yang dipergunakan sebagai penerangan diwaktu malam dan sistem monitor yaitu : meter, gauge, lampu peringatan termasuk buzer, dan lain sebagainya.Kebutuhan tenaga/arus listrik tersebut disediakan oleh batere atau accu dengan kapasitas sesuai dengan besarnya daya engine.. Pengisian batere ini dilakukan selama pengoperasian atau selama engine hidup, yang dilakukan dengan generator atau alternator. Dalam hal ini generator ataupun alternator berfungsi sebagai penyedia jasa atau arus (current) listrik untuk pengisian batere dan keperluan lain seperti lampu dan sistem monitor.
Prinsip Kerja :
Pada sistem listrik alat-alat berat, dapat dibedakan tiga unsur pokok, yaitu :
Penyedia/Penyimpan Arus : Batteray
Pemberi/Pensuplai Arus : Generator/Alternator
Pemakaian Arus : Motor Starter,Lampu-Lampu, Sistem Monitor
Semua beban Keperluan Daya Listrik (Current) diberikan hanya oleh Batteray saja (Tunggal)
6. Sistem Hidrolik
Sistem hidrolik di bulldozer diperlukan oleh karena untuk gerakan – gerakan attachment (blade, ripper), untuk sistem kemudi (steering sistem). Untuk hal tersebut diperlukan pompa-pompa hidrolic, katup-katup hidrolik (valves), actuator (silinder hidrolik) dan komponen lainnya, yang semuanya tersusun dalam suatu sistem, sistem hidrolik.
Biasanya pemberian tenaga hidrolik termaksud
diatur tidak dalam satu sirkuit, tapi beberapa sirkuit yang terpisah.
Prinsip kerja sistem hidrolik sederhana pada contoh sirkuit di atas, adalah sebagai berikut : Bila pompa hidrolik diberi tenaga putar (berputar) maka akan menghasilkan aliran tekanan minyak hidrolik pada sisi out put nya.Tekanan minyak hidrolik kemudian diatur arahnya oleh Katup Pengarah (Control Valve).Tergantung dari posisi katup, tekanan dapat dialirkan ke sisi bawah piston silinder (sehingga beban terdorong ke atas), atau dialirkan ke sisi atas piston silinder (sehingga beban terdorong ke bawah), ataupun dialirkan kembali ke tangki
minyak hidrolik (beban pada tempatnya).Relief valve berguna sebagai pengaman sistem Bila karena sesuatu beban tertahan, maka tekanan minyak hidrolik akam kembali ke tangki minyak hidrolik melalui relief valve.
2. Akses salah satu buku manual alat berat, buat ringkasan Perawatan dan Pengujian yang harus dilakukan pada komponen-komponen sistem pemindah dayanya! Perawatan dan Pengujian pada komponen-komponen Pemindah Daya.
Alat Berat yang saya jabarkan adalah Buldozer Merek Komatsu sesuai Spesifikasi pada soal nomor 1
SAFETY OPERATION MAINTENANCE DOZER
KOMATSU
II - 11 - 11
Jenis Pemindah Tenaga
: Mechanical Power Train
Metode Pemindah Daya
: Rantai dan Sprocket
Merek Alat Berat
: Bulldozer Komatsu
1. Tabel Perawatan
PERAWATAN YANG HARUS
PERINCIANNYA
DILAKUKAN
NO
HAL
PEMERIKSAAN SEBELUM START
a
Kebocoran minyak pelumas dan air
Periksalah
37
b
baut dan mur
Periksa dan ikat kembali
37
c
Kawat sistem listrik
Periksa dan ikat kembali
37
d
Air sistem pendingin
Periksa dan tambahlah
38
e
Tangki bahan bakar
Periksa dan tambahlah
38
f
Panci minyak pelumas
Periksa dan tambahlah
38
Bak transmisi (termasuk bak
g
pengubah torsi
Periksa dan tambahlah
39
h
Bak kopling stir
Periksa dan tambahlah
40
I
Penunjuk debu
Periksalah
40
j
Pedal rem
Periksalah langkahnya
40
k
Pemisah air (jika diperlengkapi)
Periksalah posisi pelampungnya
41
PERINCIANNYA
PERAWATAN YANG HARUS
NO
DILAKSANAKAN
HAL
PERAWATAN SETIAP 50 JAM KERJA
a
Tangki bahan bakar
Buanglah air dan endapan kotorannya
90
PERAWATAN SETIAP 250 JAM KERJA
a
Saringan bahan bakar
Gantilah catridgenya
91
b
Panci minyak pelumas motor dan
Gantilah minyak pelumas dan tukarlah
91
Saringannya
Catridgenya
c
Bak kopling stir dan saringannya
Gantilah minyak pelumas dan tukarlah
91
Elemennya
d
Bak transmisi dan saringan (termasuk
Gantilah minyak pelumas dan tukarlah
91
pengubah torsi)
Elemennya
e
Tangki hidrolik dan saringannya
Gantilah minyak pelumas dan tukarlah
91
Elemennya
f
Bak penggerak akhir
Gantilah minyak pelumasnya
91
PERAWATAN SETIAP 250 JAM KERJA
a
Lumasilah
91
-1
Pena batang perata
Lumasilah pada 1 nipelnya
91
PERAWATAN YANG HARUS
PERINCIANNYA
DILAKSANAKAN
NO
HAL
PERAWATAN SETIAP 2000 JAM KERJA
Periksa dan tambahlah minyak
a
Bak peredam getaran (dampet)
Pelumasnya
106
b
Bak penggerak akhir (final drive)
Gantilah minyak pelumasnya
106
c
Tangki hidrolik
Gantilah minyaknya
107
Gantilah minyak pelumas dan bersihkan
c
Bak kopling stir
Saringannya
108
d
Saringan pernapasan motor
Bersihkan elemennya
109
e
Alternator dan motor starter
Periksa
109
f
Celah bebas motornya
Periksa dan setel-lah
110
PERAWATAN SETIAP 4000 JAM KERJA
a
Pompa air
Periksalah
111
PERAWATAN KETIKA DIPERLUKAN
Periksalaah, bersihkan atau gantilah jika
a
Pembersih udara
Diperlukan
112
Gantilah airnya dan bersihkan dua kali
b
Air pendingin
Setahun
116
c
rantai (Track)
Periksa kelonggarannya
118
d
Lumasilah
119
Poros tongkat pengontrol pisau dozer
Lumasilah pada 2 nipelnya
119
Poros pedal kopling stir
Lumasilah pada 4 nipelnya
119
Poros tongkat pengunci rem
Lumasilah pada 1 nipelnya
119
Poros tongkat transmisi
Lumasilah pada 1 nipelnya
119
Poros pedal pemerlambat (deselerator)
Lumasilah pada 4 nipelnya
120
Poros tongkat pengontrol bahan bakar
Lumasilah pada 1 nipelnya
120
e
Pemanas listrik udara masuk
Periksalah
120
f
Pemisah air (jika diperlengkapi)
Buanglah airnya
121
M A I N T E N A N C E I - 8 - 45
Program Pemeriksaan Mesin secara mendetail tersedia oleh United Tractors Group dan merupakan bagian dari program Total Service.
Tujuan dari pemeriksaan mesin secara teratur dan terencana adalah untuk mendapatkan data yang akurat atas kondisi unit.
Caranya dengan memakai Metode Pengukuran dan Instrument Diagnostik. Berdasarkan data yang didapat, rekomendasi yang diperlukan dapat diberikan untuk memperbaiki keadaan mesin menuju kondisi operasi yang optimum Data yang telah terkumpul kemudian dimasukkan dalam Sistem Manajemen Mesin untuk mencatat umur pernakaian mesin, biaya perbaikan dan membantu jadwal penggantian mesin, dan sebagai historical dari mesin.
Pemeriksaan Pemindah Daya Meliputi :
- Pemeriksaan motor penggerak ( engine ) dan tenaga bergerak ( driveline ) yang lengkap.
- Sistem Hydraulics
- Sistem pengontrol elektronilk dan sistem listrik
- Pemeriksaan track ( rantai roda )
- Kerangka Mesin ( chassis frame ), Boom Arm, dan Bucket
M A I N T E N A N C E
I - 9 - 45
Program Pemeliharaan ini terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu :
Inspeksi keausan secara berkala atas komponen-komponen Undercarriage seperti : Track Link, Track Roller, Carrier Roller, Front Idler, Sprocket.
Analisa keausan komponen Undercarriage berupa Track Inspection Report yang memberikan rekomendasi secara terperinci mengenai langkah-langkah yang sebaiknya diambil untuk pemeliharaan Undercarriage agar dapat mencapai jangka waktu pakai maksimal.
2. Panduan Perawatan
A. Garis Besar Service.
• Gunakan parts Komatsu yang asli untuk penggantiannya
• Ketika menambah atau menggand oli, jangan menggunakan oli yang berbeda.
• Kecuali yang ada pads spesifikasi lain, di bawah adalah Label oli dan pendingin yang digunakan saat mesin dikapalkan.
Bagian
Jenis Oli
Engine oil pan
SAE 10W – 30
API classification CD
Swing Machinery case
SAE 30
Final drive case
API classification CD
Damper case
Hydraulic tank
SAE 10W
API classification CD
Fuel tank
ASTM D975 No.2
(However, ASTM D975 No.1 is
used for the winter
season (October to March)
Radiator
Komatsu super coolant
(AF _ACL) 41% added to water
Garis besar oli, bahan bakar, pendingin.
OLI
Oli di gunakan dalam engine dan pemlatan keda dalam beberapa kondisi yang ekstrem ( temperatur tinggi dan tekanan tinggi ), dan oli itu sendiri akan rusak oleh karena penggunaan. Selalu gunakan oli yang tempemtur dan derajatnya cocok dengan penggunaan yang dibefkan di dalam Buku Pedoman Operasi dan Pemwatan. Bahkan meskipun oli tidak kotor, gantilah selalu oli setelah waktu penggantiannya tiba.
ON seperti juga darah dalam tubuh manusia, maka hati-hatilah selalu ketika mengganti agar tidak ada kotoran yang masuk ( air, partikel logam, kotoran, dll ). Umumnya masalah di dalam mesin disebabkan oleh masuknya kotoran. Dalam menangani oli usahakan jangan sampai kotoran masuk ketika menyimpan atau menambah oli
Jangan mencampur atau menambah oli.
Selalu tambahkan jumlah oli yang sesuai saat menambah
Oli yang terlalu banyak atau tedalu sedikit di dalam engine juga akan mengakibatkan problem.
Jika oli dalam perlengkapan keda tidak jeraih, kemungkinan oli telah tercampur air atau udam masuk didalam sirkuit Dalam kasus ini, hubungi distributor Komatsu anda ,
Ketika mengganti oli, gantilah selalu filter yang berhubungan pada waktu yang sama Kami menganjurkan anda untuk membuat analisa mengenai oli secam periodic untuk memeriksa kondisi mesin.
Bagi mereka yang menginginkan menggunakan fasilitas service lni, hubungi distributor Komatsu
Bahan Bakar
Pompa bahan bakar adalah instrument adalah yang paling presisi, jika bahan bakar yang mengandung air atau kotoran digunakan, pompanya tidak akan bekerja dengan sempuma.
Lebih berhati-hati untuk tidak membiarkan kotoran masuk ke dalam bahan bakar ketika menvimpan atau menambah.
Selalu gunakan bahan bakar khusus seperti dianjurkan dalam Buku Pedoman Operasi dan Perawatan. Bahan bakar mungkin bisa menjadi kental karena pengaruh temperatur ketika di gunakan ( khususnya dalam temperatur di bawah 15° C ), sehingga perlu untuk mengganti dengan bahan bakar yang sesuai dengan temperatur sekitar.
Untuk mencegah kelembaban udara dari pengembunan dan pembentukan air di dalam tangki bahan bakar, isilah selalu tangki sampai penuh setelah selesai bekerja.
Sebelum menghidupkan engine, atau ketika telah lewat 10-menit pengisian bahan bakar, buanglah sedimen dan air dari tangki.
Jika engine kehabisan bahan bakar, atau jika filter telah diganti, perlu untuk membuang udara dari circuit.
Air pendingin
Air sungai sangat banyak mengandung kalsium dan kotoran lain, jadi jika air ini digunakan, kerak akan menempel pada engine dan radiator, dan bal ini akan menyebabkan pembahan ketahanan dan overheating. Jangan menggunakan air yang tidak bisa diminum untuk pengisian radiator.
Apabila menggunakan zat antibeku asli Komatsu di dalam air pendinginnya ketika mesin dikapalkan. Zat antibeku ini efektif untuk mencegah karat pada sistem pendingin, Zat in! dapat digunakan secara continue selama 2 tahun atau 400 jam. Oleh karenanya, dapat juga dipakai di daerah panas.
Zat anti beku adalah zat bisa terbakar, jadi hati-hati untuk tidak membuangnya ke dalam api atau benda yang sedang terbakar.
Perbandingan antara zat antibeku dengan air berbeda-beda tergantung pada temperatur disekitarnya.
Rincian mengenai perbandingan campuran.
Jika engine overheat, tunggu beberapa saat agar temperatur engine turun sebelum menambah air pendingin.
Jika air pendinginnya rendah, akan menyebabkan overheating dan juga akan menyebabkan problem dengan timbulnya karat dari gelembung udam di dalam air pendingin.
Grease
Grease di gunakan untuk mencegah puntiran dan bunyi pada sambungan (joint).
Nipple tidak tennasuk dalam bagian perawatan, nipple hanya untuk memeriksa, sehingga tidak perlu di grease. Jika beberapa bagian menjadi kaku setelah digunakan dalam waken yang lama, berikan grease.
Selalu bersihkan grease yang lama dengan menekan keluar pada saat melakukan penggeseran. Hati-hati pada saat membersihkan grease yang lama di tempat yang lama debu dan kotoran dalam grease akan menyebabkan keausan pada bagian yang berputar.
Menyimpan oli dan bahan bakar
Simpan dalam nrangan untuk mencegah dari air, debu dan kotoran lain masuk ke dalamnya.
Pada saat menyimpan drum terletak disamping ( untuk mencegah tejadinya embun ). Jikaa drum harus disimpan di luar, tutup drum dengan kain anti air atau peralatan lainnya untuk melindungi.
Untuk mencegah perubahan kualitas selanta penyimpanan, pastikan untuk menggunakan sesuai urutan ( gunakan o1i yang lama atau bahan bakar yang pertama)
Filter ( penyaring )
Filter mempakan bagian pengaman yang sangat penting, mencegah kotoran didalam sirkuit bahan bakar dan sirkuit udara masuk kedalam peralatan dan menyebabkan masalah. Ganti semua filter secara berkala Untuk detailnya, lihat Buku Pengoperasian
dan Perawatan. Tetapi, jika bekerja pada kondisi berat, adalah penting untuk menentukan penggantian filter pada interval yang lebih pendek sesuai dengan jenis dan bahan bakar ( kandungan belerang ) yang digunakan
Jangan membersihkan filter ( Catridge type ) dan menggunakannya lagi. Selalu ganti dengan filter baru.
Pada saat mengganti filter oli, cek apakah anda serbuk logam yang terjebak pada filter bebas. Jika ada serbuk logam, silahkan hubungi distributor Komatsu.
Jangan membuka bungkusan filter selama belum digunakan.
Selalu gunakan filter asli Komatsu.
Garis besar sistem electric
- Jika wiring basah atau penyekat msak, sistem listrik bocor dan ini dapat menyebabkan tidak berfungsinya mesin.
- Perbaiki yang berhubungan dengan sistem listrik yaitu ( 1 ) periksa kekencangan fan belt, ( 2 ) periksa kerusakan atau keausan pada fan belt, dan ( 3 ) periksa level air battery.
- Jangan melepas atau membongkar komponen listrik lain yang terpasang pada mesin.
- Jangan memasang beberapa komponen listrik lain dari yang dianjurkan oleh Komatsu
- Hati-hati, jaga agar sistem listrik bebas dari air pada saat mencuci mesin atau pada saat hujan.
- Kontroler untuk sistem pengontrol bisa menyebabkan tidak berfungsi dikarenakan gangguan gelombang dart luar, sebelum memasang radio receiver dan walkie - talkie atau citizen band, konsultasikan dengan distributor Komatsu anda.
- Bersihkan sistem listrik untuk mencegah korosi.
- Ketika memasang car cooler atau periengkapan elektrik yang lain, hubungkan peralatan tadi kesambungan sumber tenaga tersendiri, Penambahan tenaga tidak boleh dihubungkan ke fuse, starting switch atau battery relay.
Garis besar sistem hydraulic
Selama beroperasi dan segera setelah operasi berakhir, suhu pada sistem hidrolik masih tinggi. Ditambah lagi dengan tekanan hidrolik yang tinggi digunakan dalam sistem. Berhati-hatilah ketika memeriksa dan merawat sistem hidrolik.
Matikan mesin pada permukaan tanah yang rata, turunkan bucket ke tanah, kemudian atur sehingga tidak ada tekanan digunakan ke sirkuit silinder.
Selalu mematikan engine.
Segera setelah operasi, oli hidrolik dan.oli pelumas pada temperatur tinggi dan tekanan tinggi, maka tunggu agar sistem oli turun sebelum mulai melakukan perawatan Ketika suhu turun, di sirkuit mungkin masih ada tekanan di dalamnya, sehingga ketika mendorongkan plug atau screw, atau sambungan hose, jangan berdiri di depan komponen, kendorkan pelan-pelan untuk membuang tekanan di dalamnya sebelum melepaskannya.
Ketika melaksanakan pemeriksaan atau perawatan pada sirkuit hidrolik, buanglah selalu udara dari tangki hidrolik untuk menghilangkan tekanan didalamnya.
Perawatan berkala meliputi pemeriksaaa tinggi di hidrolik, penggantian filter dan mengisi off hidrolik
Apabila hose bertekanan tinggi, dll, dibuka, periksa O-ring dari kerusakan, bila perlu diganti.
Setelah elemen filter hidrolik dan strainer dibersihkan atau diganti, atau sistem hidrolik diperbaiki atau diganti atau pipa hidrolik dibuka, buang udara dari sirkuit hidrolik
Accumulator diisi dengan gas nitrogen bertekanan thiggi. Salah dalam penanganan bisa berbahaya Untuk prosedur penanganan
3. Langkah/Prosedur Perawatan dan Pengujian a. Motor Penggerak (Engine)
Penyebab kerusakan
Pemuaian yang berlebihan akibat overheating.
Dibebani secara penuh dengan mengejut dan dimatikan tiba-tiba tanpa langkah pendinginan.
Menggunakan oli yang tidak cocok
Oli engine kurang atau tekanannya rendah.
Kenaikan abnormal dari tempemtur oli resin.
Celah bebas piston yang tidak memadai.
Debu dan kotoran masuk lewat sister pemasukan udara
Unsur-unsur perawatan yang berpengaruh langsung terhadap keruskaan yang terjadi diantaranya adalah :
Oli Pelumas
Bagian-bagian engine yang saling bergesekan dilumasi, dibilas dan disekat oleh oli pelumas. Dalam kondisi normalpun akibat suhu tinggi yang harus diterima, oli pelumas akan mengalami proses oksidasi, sedang blow by dari gas pembakaran akan membuat oli menjadi kotor. Selain itu, kebocoran minyak solar akan menurunkan viskositas dan kualitas dari oli sendiri, sementar kebocoran air pendingin akan membuat oli menjadi teremulsi. Yang lebih penting lagi adalah, pemilihan jenis oli pelumas umuk engine haruslah disesuaikan dengan temperatur sekeliling. Jika kekentalan (viskositas) oli terlalu tinggi akan menimbulkan kesulitan pada saat starting dan mempertinggi kerugian gesek yang terjadi. Sementara jika kekentalan (viskositas) oli terlalu rendah, film oli akan pecah dan kontak langsung metal dengan metal akan terjadi.
Air Pendingin
Bagian luar pada cylinder liner dan bagian dalam dari cylinder head, dikelilingi oleh water jacket yang mendinginkan dan mencegah kenaikan suhu secara abnormal dari ruang pembakaran. Jika jenis air yang tidak tepat, jumlah air yang ada tidak mencukupi atau corrosion resistor yang tidak berfungsi secara memadai, kerak air dan kerak akan timbul sehingga menyebabkan penyumbatan - penyumbatan pada aliran air pendingin serta kavitasi yang mengakibatkan timbulnya pitting pada dinding luar cylinder liner.
Udara (Debu)
Peralatan konstruksi, biasanya dioperasikan pada kondisi udara yang sangat berdebu. Oleh sebab itu, menyaring udara yang dibutuhkan engine dari debu-debu yang ada dengan menggunakan sebuah air cleaner atau filter, mutlak harus dilakukan.Element filter yang sobek, kerusakan gasket pada sistem pemasukan udara atau clamp pengikat yang kendor akan menyebabkan ikut tersedotnya debu ke dalam ruang pembakaran dan merusak oli film pada bagian yang saling bergesekan sehingga menimbulkan gerusan pada liner dan piston serta kemacetan pada piston ring.
Air Cleaner
Jika air cleaner menjadi buntu atau rusak dibawah ini adalah problem-problem yang akan terjadi
Engine Oil Filter
Jika oil filter tersumbat atau buntu, berikut ini adalah beberapa problem yang
mungkin terjadi
Fuel Filter
Jika fuel filter buntu atau rusak, berikut ini adalah beberapa problem yang mungkin terjadi
Hydraulic Filter
Jika hidrolik filter buntu atau rusak, berikut ini adalah beberapa problem yang mungkin terjadi
b. Sistem Hydraulik
Langkah Perawatan Sistem Hidrolik Dozer adalah :
Periksa sistem hidrolik dari kerusakan, keausan, ruang main di peralatan kerja, silinder, sambungan dan slang (hose).
Pastikan bahwa tidak kerusakan, keausan dan kebocoran pada silinder (arm cylinder, boom cylinder, dan cylinder bucket) serta pada sambungan-sambungan.
Pengertian preventive Maintenance atau pemeliharaan pencegahan adalah suatu
kegiatan pemeliharaan yang bertujuan untuk menghindarkan laju kerusakan suatu sistem atau unit. Kegiatan pemeliharaan ini dilakukan sebelum dan selama mesin / peralatan itu beroperasi atau digunakan. Preventive maintenance ini bertujuan untuk.
Skema Sistem Hidrolik Dozer Komatsu
Pra-Pemeliharaan pada sistem hidrolik
Yang dimaksud dengan pra pemeliharaan ialah kegiatan persiapan sebelum mesin / alat dioperasikan dengan tujuan agar pelaksanaan pemeliharaan nantinya menjadi lebih sempurna. Hal-hal yang perlu dipersiapkan antara lain ialah:
Instalasi pemipaan sirkuit hidrolik yang memadai.
Alat-alat pemeliharaan seperti alat pengencang, alat penyetel, alat pemotong, alat pelumasan dan alat-alat kebersihan.
Alat-alat pengetes.
Alat-alat penunjang seperti alat angkat, alat angkut, alat penjepit dan sebagainya.
Bahan pemeliharaan seperti bahan pembersih, bahan pembilas dan bahan pencegah korosi.
Gudang suku cadang dan bahan-bahan pemeliharaan.
Gudang yang memenuhi syarat untuk oli / cairan hidrolik.
Gudang barang bekas atau komponen yang diperbaiki.
Perangkat administrasi pemeliharaan dan pergudangan.
Di samping persiapan tersebut di atas dalam pemasangan fasilitas yang menggunakan sistem hidrolik perlu dipersiapkan pula hal-hal berikut:
Untuk mesin-mesin yang stasioner, fondasi mesin harus memenuhi syarat, seperti ketebalan beton, komposisi campuran beton, luas fondasi, kedataran dan sebagainya.
Sedangkan untuk mesin yang mobile, perlu dudukan atau mounting yang cukup kuat pula.
Pemasangan mesin yang kokoh dengan pengikatan yang kuat.
Kedataran mesin (level) yang standar (perlu dilevel dengan alat pelevelan yang presisi).
Penyediaan sumber tenaga yang memenuhi syarat.
Dengan persiapan yang lengkap berarti pra-pemeliharaan telah dilaksanakan dengan baik sehingga pemeliharaan selanjutnya akan berjalan dengan lancar.Ada beberapa kunci penyebab permasalahan dalam Perawatan Sistem Hidrolik antara lain :
1. Kurangnya cairan hidrolik (oli) dalam tangki.
2. Tersumbatnya saringan (filter oil) karena cairan hidrolik yang kotor.
3. Kehilangan daya hisap pada saluran hisap.
4. Cairan hidrolik (oli) yang tidak cocok.
Berikut ini adalah kegiatan Perawatan Komponen Sistem Hidrolik yang secara rutin harus dilaksanakan secara sistematis.
1. Pengecekan sistem sebelum operasi
Pemeriksaan tangki hidrolik dan oli
Hal-hal yang perlu diperiksa ialah:
Periksa permukaan (level) oli apakah masih ada pada garis batas. Apabila kurang permukaan oli, tambahlah dengan oli yang sama. Apabila dari hasil pemeriksaan permukaan oli dari hari ke hari terlihat penurunan permukaan oli yang drastis, maka periksalah tangki oli atau pipa / selang barang kali ada yang bocor atau retak.
Pemeriksaan kondisi oli :
Bila oli berbusa atau bergelembung berati ada udara yang masuk. Periksalah bagian-bagian yang bocor dan betulkan.
Bila oli berubah menjadi seperti air susu berarti ada air yang tercampur ke dalam oli hidrolik. Gantilah oli itu dan pastikan bahwa oli tersimpan dengan baik dan tidak terkontaminasi oleh apapun.
Periksa saringan oli (oil filter). Sebelum mengangkat tutup filter lap (bersihkan) dulu kotoran atau debu yang melekat padanya. Bila memeriksa oli dengan tongkat (stick) lap dulu stick tersebut dengan kain lap yang bersih.
2) Pemeriksaan pendingin (cooler), saluran dan konektor
Bersihkan pendingin oli secara berkala, periksa bila ada yang bocor, jagalah sirip-sirip pendingin selalu bersih, jangan sampai terbalut oli, jagalah jangan sampai karatan dan sebagainya.
Periksalah saluran oli (konduktor) dan konektornya barang kali terjadi hal-hal :
Bocoran oli pada saluran tekan. Periksalah bocoran pada bagian luar selang atau pada fitting (konektor) dan selalu gunakan kertas kardos jangan diraba dengan tangan.
Bocoran udara. Tanda bahwa ada udara yang bocor terhisap ke dalam sistem ialah adanya gelembung udara atau buih pada oli dalam tangki.
- Pipa atau selang peok. Hal ini barangkali karena adanya buih, atau terlalu panas, atau kehilangan tenaga hidrolik. Gantilah pipa atau selang yang peok ini tetapi pipa pengganti harus dibersihkan dulu dan dicuci dengan bahan pelarut yang bersih pula.
Kencangkanlah semua konektor (fitting) yang kendor. Gunakan dua buah kunci untuk menghindari terpuntirnya pipa atau selang. Pengencangan dilakukan hanya sampai komponen tidak bocor lagi.
3) Pemeriksaan katup-katup
Periksa kebersihan katup, karena kotoran yang mengganjal pada katup akan membuat katup popet tidak menutup dengan rapat dan bila mengganjal pada katup geser dapat menyebabkan katup cepat aus.
Periksa keausan katup. Katup yang telah aus spoolnya (piston katup) atau piring gesernya atau dudukannya atau bolanya akan mengakibatkan kebocoran. Dengan demikian katup tidak dapat bekerja dengan sempurna.
4) Pemeriksaan silinder atau aktuator
Periksa kebocoran silinder baik kebocoran luar maupun dalam. Apabila terdapat kebocoran maka segeralah diatasi.
Periksa pengikatan silinder (cylinder mounting). Bila kendor, kencangkanlah, bila posisinya berubah betulkan .
Periksa posisi batang piston. Dalam keadaan berhenti mestinya batang piston berada di dalam; karena apabila posisinya di luar dia akan menjadi tempat berkumpulnya debu dan air embun yang akan mengakibatkan korosi. Bila terpaksa harus di luar maka perlu dilumasi dengan grease yang memadai.
Untuk motor hidrolik, periksa jangan sampai bekerja hingga suhu meningkat tajam, karena motor hidrolik tidak boleh bekerja pada suhu tinggi. Periksa juga apakah sistem pendinginan berfungsi dengan baik. Periksa dulu apabila motor hidrolik bekerja hingga suhu meningkat apakah oli di dalam sistem telah mencukupi.
Periksa pula kebocoran pada motor hidrolik seperti pada sambungan motor dengan selang , periksa sekitar poros yaitu pada sealnya apakah ada kebocoran dan periksa pada permukaan sambungan belahan motor.
5) Pemeriksaan pompa hidrolik
Periksalah sambungan antara selang saluran tekan dengan ulir pada penutup pompa
(cap screw) apakah sudah cukup kuat, sudah benar posisinya dan rapat.
Periksalah apakah ada kebocoran pada sambungan pompa dengan konektor dan konduktornya.
Periksa pompa hidrolik dalam keadaan jalan, apakah dengan keadan ini dengan tekanan kerja yang cukup tidak ada bocoran.
b. Pemeriksaan Baterai
Langkah Perawatan battareray yang merupakan sumber arus kelistrikan alat berat Dozer antara lain :
- Membersihkan permukaan baterai dengan air soda dan menggunakan kuas, kemudian keringkan dengan lap.
- Lakukan pengecekan tegangan dan arus pada baterai dengan volt meter dan ampere meter.
- Bersihkan kutub – kutub baterai dengan alat khusus. Jika tidak ada, pakailah sikat kuningan atau kertas gosok halus.
- Periksa berat jenis elektrolit, ketinggian elektrolit baterai, jumlah elektrolit yang tepat yaitu antara Upper Level dengan Lower Level. Bila level elektrolit rendah, isilah dengan air suling atau air accu.
- Perhatikan posisi pengikatan dan klem baterai harus kuat agar baterai tidak goyang saat kendaraan berjalan atau bekerja, sehingga dapat retak, elektrolit tumpah. pemasangan yang kuat akan mengurangi kerugian tegangan pada terminal, panas yang timbul pada terminal ataupun korosi.
d. Pemeriksaan air cleaner (saringan udara)
Lakukan pengecekan pada panel monitor, apakah lampu tanda clogging air cleaner berkedip, jika ya maka segera lakukan pembersihan air cleaner,jika masih tersumbat lakukan penggantian.
Untuk melakukan pembersihan, buka pintu belakang sebelah kiri alat, lepas pengunci lalu lepas cover.
Lepas elemen air cleaner lalu bersih kan dengan semprotan udara bertekanan dari sisi dalam ke sisi luar.
Jika elemen tersebut masih dapat digunakan pasanglah kembali elemen tersebut pada cover. Pasang pengunci dan tutup kembali pintu kiri belakang.
e. Pemeriksaan engine oil
Buka penutup engine pada mesin. Lepaskan batang pengukur lalu bersihkan.
Masukkan kembali batang pengukur sepenuhnya kedalam pipa pengisian oli. Kemudian tarik kembali pastikan level oli ada pada posisi antara H dan L, jika level oli di bawah L maka tambahkan oli yang sesuai pada lubang pengisian.
f. Pemeriksaan bahan bakar
Gunakan kaca penduga (sight gauge) pada permukaan depan tangki bahan bakar untuk memeriksa bahwa tangki terisi penuh.
Jika level bahan bakar tidak dalam batas kaca penduga, tambahkan bahan bakar melalui lubang pengisian dan sementara perhatikan kaca penduga.
Setelah penambahan bahan bakar, kencangkan penutup dengan aman.
g. Pemeriksaan Brake Oil Tank
Pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa kondisi dan tinggi minyak rem dalam tangki reservoir. Jika tinggi minyak rem berada di bawah batas LOW, tambahkan minyak rem yang sama spesifikasinya sampai batas FULL.
h. Pemeriksaan water separator
Periksa posisi ring pada water separator apakah sudah pada tanda garis maksimal. Jika sudah maka lakukan pengurasan pada water separator.
Kendorkan saluran pembuangan dan buang air juga kotoran dari dalamnya. Kemudian kencangkan lagi.
i. Pemeriksaan Parking Brake.
Pemeriksaan yang dilakukan yaitu dengan mengamati pada ruang operator apakah handle parking brake pada posisi aktif atau tidak. Jika posisi parking brake tidak aktif segeralah untuk menarik tuas tersebut.
j. Pemeriksaan terhadap foot brake
Injak pedal rem sepenuhnya hingga berhenti.
Jarak lintasan berada pada pusat pedal, sebagai contoh pada dozer shovel (D75S-5) yang mempunyai jarak tinggi pedal 127-191 mm.
Jika jarak ini melebihi 191 mm, sebaiknya lakukan penyetelan ulang.
k. Pemeriksaan terhadap fan belt dan cooling fan.
Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur tegangan tali kipas yaitu 6 Kgf dan defleksi maksimal 13 mm.
Periksa kondisi tali kipas dari keretakan dan keausan, jika sudah tidak sesuai toleransi sebaiknya diganti.
Pemeriksaan kondisi kipas radiator dapat dilakukan dengan melihat kelengkapan sudu-sudunya, bantalan dudukannya dari kerusakan atau keausan.
l. Pembersihan cermin pandangan belakang, periksa terhadap kerusakan.
Pastikan bahwa kondisi cermin pandangan belakang bersih, dapat dipandang dari kursi operator.
m. Pemeriksaan sabuk pengaman dan klem pemasangannya
Periksa bagian pengait, penangkap dan kaki pengait terhadap kerusakan. Jika ditemukan kerusakan segera lakukan perbaikan.
SISTEM PEMINDAH TENAGA ALAT BERAT
NAMA : JASTIMA BAKTI SILALAHI
NOMOR PESERTA : 18070642710031
Tugas
1. Akses terhadap buku manual salah satu jenis dan merek alat berat, gambarkan skema sistem pemindah dayanya secara urut beserta cara kerjanya!
2. Akses salah satu buku manual alat berat, buat ringkasan perawatan dan pengujian yang harus dilakukan pada komponen-komponen sistem pemindah dayanya!
Jawaban :
1. Skema Sistem Pemindah Daya serta Cara Kerjanya.
Alat Berat yang saya jabarkan adalah Buldozer Merek Komatsu.
Jenis Pemindah Tenaga
: Mechanical Power Train
Metode Pemindah Daya
: Rantai dan Sprocket
Keterangan :
1. Engine
2. Kopling Utama (main clutch)
3. Universal joint
4. Transmisi
5. Bevel gear pinion
6. Steering clutch
7. Steering brake
8. Track
9. Adjuster Transmisi
10. Saluran Exhaust
Adapun Skema Pemindah Daya Buldozer Komatsu dan Cara kerjanya :
ENGINE POWER TRAIN UNDER CARRIAGE
SISTEM HIDROLIK SISTEM LISTRIK
1. Engine
Engine merupakan sumber tenaga umumnya adalah sebuah engine atau motor bakar diesel 4 langkah, walaupun ada juga yang menggunakan motor diesel 2 langkah, tetapi agak jarang.Engine berfungsi sebagai penggerak utama (Sumber Tenaga )
2. Power Train
Tenaga engine dipindahkan ke semua bagian yang memerlukan tenaga tersebut. Pemindahan tenaga, dari sumber tenaga ke penggerak akhir (Power Train /pemindah tenaga),
3. Fungsi Power Train
Secara umum power train sebagai pemindah tenaga engine sampai ke final drive, mempunyai fungsi untuk :
a. Memutus dan menghubungkan tenaga
b. Memilih dan merubah kecepatan gerak unit, atau
c. Memilih torsi yang sesuai untuk mendapatkan tenaga yang diperlukan Mengatur gerakan maju atau mundur unit.
4. Under Carriage (Kerangka Bawah)
a. Sprocket
b. Front idler
c. Track adjuster
d. Track roller.
e. Track Link
f. Track shoe
g. Carrier roller
h. Track Frame
Under carriage, bagian bawah dari bulldozer yang terdiri dari beberapa bagian/komponen berfungsi sebagai sarana penggerak unit, maju ataupun mundur, setelah menerima tenaga dari sumber tenaga utamanya (engine) melalui power train.
Fungsi dari masing-masing komponen tersebut adalah :
a. Sprocket
Sebagai penggerak unit melalui rantai dan sepatu rantai (track link and track shoe), setelah menerima tenaga dari engine melalui power train.
b. Front idler
Roda bebas/tanpa tenaga, sebagai roda laluan rantai (track) berputar setelah mendapat tenaga dari sprocket, dan berfungsi untuk
mengarahkan track agar tidak keluar dari track roller.
c. Track adjuster
Bagian alat atau komponen yang digunakan untuk menyetel kekencangan rantai (track link).
d. Track roller
Bagian atau komponen undercarriage yang berfungsi sebagai penyangga atau tumpuan unit saat berjalan dan tempat laluan track meluncur ketika berputar.
e. Track link
Track link merupakan suatu rangkaian mata rantai (link) yang berfungsi sebagai dudukan sepatu-sepatu (shoes) yang menapak ke tanah, yang digunakan oleh gigi-gigi sprocket.
f. Track shoe
Track shoe merupakan bagian dari komponen bulldozer (under carriage) yang digunakan bulldozer untuk menapak di tanah (atau material lain), untuk mendapatkan ground pressure yang sesuai dengan kondisi tanah, untuk mendapatkan traksi yang sesuai dengan kondisi beban dorong/potong Mengingat fungsinya tersebut maka untuk bulldozer dipergunakan beberapa macam sepatu/shoes, yang berkaitan dengan ukuran (lebar/sempit, tebal/tipis, dsb.) serta model (single grouser, double grouser, dsb.)
g. Carrier roller
Carrier roller berfungsi sebagai penyangga track link di atas track frame, sekaligus juga mengarahkan rail track link agar link tetap berada pada idler dan sprocket.
h. Track frame
Rangka track roller (track roller frame) berfungsi sebagai tempat bertumpu komponen-komponen under carriage yang lain.
5. Sistem Listrik (Starting Motor)
Tenaga listrik bulldozer khususnya diperlukan untuk motor starter, yang dipergunakan untuk start engine, lampu-lampu, yang dipergunakan sebagai penerangan diwaktu malam dan sistem monitor yaitu : meter, gauge, lampu peringatan termasuk buzer, dan lain sebagainya.Kebutuhan tenaga/arus listrik tersebut disediakan oleh batere atau accu dengan kapasitas sesuai dengan besarnya daya engine.. Pengisian batere ini dilakukan selama pengoperasian atau selama engine hidup, yang dilakukan dengan generator atau alternator. Dalam hal ini generator ataupun alternator berfungsi sebagai penyedia jasa atau arus (current) listrik untuk pengisian batere dan keperluan lain seperti lampu dan sistem monitor.
Prinsip Kerja :
Pada sistem listrik alat-alat berat, dapat dibedakan tiga unsur pokok, yaitu :
Penyedia/Penyimpan Arus : Batteray
Pemberi/Pensuplai Arus : Generator/Alternator
Pemakaian Arus : Motor Starter,Lampu-Lampu, Sistem Monitor
Semua beban Keperluan Daya Listrik (Current) diberikan hanya oleh Batteray saja (Tunggal)
6. Sistem Hidrolik
Sistem hidrolik di bulldozer diperlukan oleh karena untuk gerakan – gerakan attachment (blade, ripper), untuk sistem kemudi (steering sistem). Untuk hal tersebut diperlukan pompa-pompa hidrolic, katup-katup hidrolik (valves), actuator (silinder hidrolik) dan komponen lainnya, yang semuanya tersusun dalam suatu sistem, sistem hidrolik.
Biasanya pemberian tenaga hidrolik termaksud
diatur tidak dalam satu sirkuit, tapi beberapa sirkuit yang terpisah.
Prinsip kerja sistem hidrolik sederhana pada contoh sirkuit di atas, adalah sebagai berikut : Bila pompa hidrolik diberi tenaga putar (berputar) maka akan menghasilkan aliran tekanan minyak hidrolik pada sisi out put nya.Tekanan minyak hidrolik kemudian diatur arahnya oleh Katup Pengarah (Control Valve).Tergantung dari posisi katup, tekanan dapat dialirkan ke sisi bawah piston silinder (sehingga beban terdorong ke atas), atau dialirkan ke sisi atas piston silinder (sehingga beban terdorong ke bawah), ataupun dialirkan kembali ke tangki
minyak hidrolik (beban pada tempatnya).Relief valve berguna sebagai pengaman sistem Bila karena sesuatu beban tertahan, maka tekanan minyak hidrolik akam kembali ke tangki minyak hidrolik melalui relief valve.
2. Akses salah satu buku manual alat berat, buat ringkasan Perawatan dan Pengujian yang harus dilakukan pada komponen-komponen sistem pemindah dayanya! Perawatan dan Pengujian pada komponen-komponen Pemindah Daya.
Alat Berat yang saya jabarkan adalah Buldozer Merek Komatsu sesuai Spesifikasi pada soal nomor 1
SAFETY OPERATION MAINTENANCE DOZER
KOMATSU
II - 11 - 11
Jenis Pemindah Tenaga
: Mechanical Power Train
Metode Pemindah Daya
: Rantai dan Sprocket
Merek Alat Berat
: Bulldozer Komatsu
1. Tabel Perawatan
PERAWATAN YANG HARUS
PERINCIANNYA
DILAKUKAN
NO
HAL
PEMERIKSAAN SEBELUM START
a
Kebocoran minyak pelumas dan air
Periksalah
37
b
baut dan mur
Periksa dan ikat kembali
37
c
Kawat sistem listrik
Periksa dan ikat kembali
37
d
Air sistem pendingin
Periksa dan tambahlah
38
e
Tangki bahan bakar
Periksa dan tambahlah
38
f
Panci minyak pelumas
Periksa dan tambahlah
38
Bak transmisi (termasuk bak
g
pengubah torsi
Periksa dan tambahlah
39
h
Bak kopling stir
Periksa dan tambahlah
40
I
Penunjuk debu
Periksalah
40
j
Pedal rem
Periksalah langkahnya
40
k
Pemisah air (jika diperlengkapi)
Periksalah posisi pelampungnya
41
PERINCIANNYA
PERAWATAN YANG HARUS
NO
DILAKSANAKAN
HAL
PERAWATAN SETIAP 50 JAM KERJA
a
Tangki bahan bakar
Buanglah air dan endapan kotorannya
90
PERAWATAN SETIAP 250 JAM KERJA
a
Saringan bahan bakar
Gantilah catridgenya
91
b
Panci minyak pelumas motor dan
Gantilah minyak pelumas dan tukarlah
91
Saringannya
Catridgenya
c
Bak kopling stir dan saringannya
Gantilah minyak pelumas dan tukarlah
91
Elemennya
d
Bak transmisi dan saringan (termasuk
Gantilah minyak pelumas dan tukarlah
91
pengubah torsi)
Elemennya
e
Tangki hidrolik dan saringannya
Gantilah minyak pelumas dan tukarlah
91
Elemennya
f
Bak penggerak akhir
Gantilah minyak pelumasnya
91
PERAWATAN SETIAP 250 JAM KERJA
a
Lumasilah
91
-1
Pena batang perata
Lumasilah pada 1 nipelnya
91
PERAWATAN YANG HARUS
PERINCIANNYA
DILAKSANAKAN
NO
HAL
PERAWATAN SETIAP 2000 JAM KERJA
Periksa dan tambahlah minyak
a
Bak peredam getaran (dampet)
Pelumasnya
106
b
Bak penggerak akhir (final drive)
Gantilah minyak pelumasnya
106
c
Tangki hidrolik
Gantilah minyaknya
107
Gantilah minyak pelumas dan bersihkan
c
Bak kopling stir
Saringannya
108
d
Saringan pernapasan motor
Bersihkan elemennya
109
e
Alternator dan motor starter
Periksa
109
f
Celah bebas motornya
Periksa dan setel-lah
110
PERAWATAN SETIAP 4000 JAM KERJA
a
Pompa air
Periksalah
111
PERAWATAN KETIKA DIPERLUKAN
Periksalaah, bersihkan atau gantilah jika
a
Pembersih udara
Diperlukan
112
Gantilah airnya dan bersihkan dua kali
b
Air pendingin
Setahun
116
c
rantai (Track)
Periksa kelonggarannya
118
d
Lumasilah
119
Poros tongkat pengontrol pisau dozer
Lumasilah pada 2 nipelnya
119
Poros pedal kopling stir
Lumasilah pada 4 nipelnya
119
Poros tongkat pengunci rem
Lumasilah pada 1 nipelnya
119
Poros tongkat transmisi
Lumasilah pada 1 nipelnya
119
Poros pedal pemerlambat (deselerator)
Lumasilah pada 4 nipelnya
120
Poros tongkat pengontrol bahan bakar
Lumasilah pada 1 nipelnya
120
e
Pemanas listrik udara masuk
Periksalah
120
f
Pemisah air (jika diperlengkapi)
Buanglah airnya
121
M A I N T E N A N C E I - 8 - 45
Program Pemeriksaan Mesin secara mendetail tersedia oleh United Tractors Group dan merupakan bagian dari program Total Service.
Tujuan dari pemeriksaan mesin secara teratur dan terencana adalah untuk mendapatkan data yang akurat atas kondisi unit.
Caranya dengan memakai Metode Pengukuran dan Instrument Diagnostik. Berdasarkan data yang didapat, rekomendasi yang diperlukan dapat diberikan untuk memperbaiki keadaan mesin menuju kondisi operasi yang optimum Data yang telah terkumpul kemudian dimasukkan dalam Sistem Manajemen Mesin untuk mencatat umur pernakaian mesin, biaya perbaikan dan membantu jadwal penggantian mesin, dan sebagai historical dari mesin.
Pemeriksaan Pemindah Daya Meliputi :
- Pemeriksaan motor penggerak ( engine ) dan tenaga bergerak ( driveline ) yang lengkap.
- Sistem Hydraulics
- Sistem pengontrol elektronilk dan sistem listrik
- Pemeriksaan track ( rantai roda )
- Kerangka Mesin ( chassis frame ), Boom Arm, dan Bucket
M A I N T E N A N C E
I - 9 - 45
Program Pemeliharaan ini terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu :
Inspeksi keausan secara berkala atas komponen-komponen Undercarriage seperti : Track Link, Track Roller, Carrier Roller, Front Idler, Sprocket.
Analisa keausan komponen Undercarriage berupa Track Inspection Report yang memberikan rekomendasi secara terperinci mengenai langkah-langkah yang sebaiknya diambil untuk pemeliharaan Undercarriage agar dapat mencapai jangka waktu pakai maksimal.
2. Panduan Perawatan
A. Garis Besar Service.
• Gunakan parts Komatsu yang asli untuk penggantiannya
• Ketika menambah atau menggand oli, jangan menggunakan oli yang berbeda.
• Kecuali yang ada pads spesifikasi lain, di bawah adalah Label oli dan pendingin yang digunakan saat mesin dikapalkan.
Bagian
Jenis Oli
Engine oil pan
SAE 10W – 30
API classification CD
Swing Machinery case
SAE 30
Final drive case
API classification CD
Damper case
Hydraulic tank
SAE 10W
API classification CD
Fuel tank
ASTM D975 No.2
(However, ASTM D975 No.1 is
used for the winter
season (October to March)
Radiator
Komatsu super coolant
(AF _ACL) 41% added to water
Garis besar oli, bahan bakar, pendingin.
OLI
Oli di gunakan dalam engine dan pemlatan keda dalam beberapa kondisi yang ekstrem ( temperatur tinggi dan tekanan tinggi ), dan oli itu sendiri akan rusak oleh karena penggunaan. Selalu gunakan oli yang tempemtur dan derajatnya cocok dengan penggunaan yang dibefkan di dalam Buku Pedoman Operasi dan Pemwatan. Bahkan meskipun oli tidak kotor, gantilah selalu oli setelah waktu penggantiannya tiba.
ON seperti juga darah dalam tubuh manusia, maka hati-hatilah selalu ketika mengganti agar tidak ada kotoran yang masuk ( air, partikel logam, kotoran, dll ). Umumnya masalah di dalam mesin disebabkan oleh masuknya kotoran. Dalam menangani oli usahakan jangan sampai kotoran masuk ketika menyimpan atau menambah oli
Jangan mencampur atau menambah oli.
Selalu tambahkan jumlah oli yang sesuai saat menambah
Oli yang terlalu banyak atau tedalu sedikit di dalam engine juga akan mengakibatkan problem.
Jika oli dalam perlengkapan keda tidak jeraih, kemungkinan oli telah tercampur air atau udam masuk didalam sirkuit Dalam kasus ini, hubungi distributor Komatsu anda ,
Ketika mengganti oli, gantilah selalu filter yang berhubungan pada waktu yang sama Kami menganjurkan anda untuk membuat analisa mengenai oli secam periodic untuk memeriksa kondisi mesin.
Bagi mereka yang menginginkan menggunakan fasilitas service lni, hubungi distributor Komatsu
Bahan Bakar
Pompa bahan bakar adalah instrument adalah yang paling presisi, jika bahan bakar yang mengandung air atau kotoran digunakan, pompanya tidak akan bekerja dengan sempuma.
Lebih berhati-hati untuk tidak membiarkan kotoran masuk ke dalam bahan bakar ketika menvimpan atau menambah.
Selalu gunakan bahan bakar khusus seperti dianjurkan dalam Buku Pedoman Operasi dan Perawatan. Bahan bakar mungkin bisa menjadi kental karena pengaruh temperatur ketika di gunakan ( khususnya dalam temperatur di bawah 15° C ), sehingga perlu untuk mengganti dengan bahan bakar yang sesuai dengan temperatur sekitar.
Untuk mencegah kelembaban udara dari pengembunan dan pembentukan air di dalam tangki bahan bakar, isilah selalu tangki sampai penuh setelah selesai bekerja.
Sebelum menghidupkan engine, atau ketika telah lewat 10-menit pengisian bahan bakar, buanglah sedimen dan air dari tangki.
Jika engine kehabisan bahan bakar, atau jika filter telah diganti, perlu untuk membuang udara dari circuit.
Air pendingin
Air sungai sangat banyak mengandung kalsium dan kotoran lain, jadi jika air ini digunakan, kerak akan menempel pada engine dan radiator, dan bal ini akan menyebabkan pembahan ketahanan dan overheating. Jangan menggunakan air yang tidak bisa diminum untuk pengisian radiator.
Apabila menggunakan zat antibeku asli Komatsu di dalam air pendinginnya ketika mesin dikapalkan. Zat antibeku ini efektif untuk mencegah karat pada sistem pendingin, Zat in! dapat digunakan secara continue selama 2 tahun atau 400 jam. Oleh karenanya, dapat juga dipakai di daerah panas.
Zat anti beku adalah zat bisa terbakar, jadi hati-hati untuk tidak membuangnya ke dalam api atau benda yang sedang terbakar.
Perbandingan antara zat antibeku dengan air berbeda-beda tergantung pada temperatur disekitarnya.
Rincian mengenai perbandingan campuran.
Jika engine overheat, tunggu beberapa saat agar temperatur engine turun sebelum menambah air pendingin.
Jika air pendinginnya rendah, akan menyebabkan overheating dan juga akan menyebabkan problem dengan timbulnya karat dari gelembung udam di dalam air pendingin.
Grease
Grease di gunakan untuk mencegah puntiran dan bunyi pada sambungan (joint).
Nipple tidak tennasuk dalam bagian perawatan, nipple hanya untuk memeriksa, sehingga tidak perlu di grease. Jika beberapa bagian menjadi kaku setelah digunakan dalam waken yang lama, berikan grease.
Selalu bersihkan grease yang lama dengan menekan keluar pada saat melakukan penggeseran. Hati-hati pada saat membersihkan grease yang lama di tempat yang lama debu dan kotoran dalam grease akan menyebabkan keausan pada bagian yang berputar.
Menyimpan oli dan bahan bakar
Simpan dalam nrangan untuk mencegah dari air, debu dan kotoran lain masuk ke dalamnya.
Pada saat menyimpan drum terletak disamping ( untuk mencegah tejadinya embun ). Jikaa drum harus disimpan di luar, tutup drum dengan kain anti air atau peralatan lainnya untuk melindungi.
Untuk mencegah perubahan kualitas selanta penyimpanan, pastikan untuk menggunakan sesuai urutan ( gunakan o1i yang lama atau bahan bakar yang pertama)
Filter ( penyaring )
Filter mempakan bagian pengaman yang sangat penting, mencegah kotoran didalam sirkuit bahan bakar dan sirkuit udara masuk kedalam peralatan dan menyebabkan masalah. Ganti semua filter secara berkala Untuk detailnya, lihat Buku Pengoperasian
dan Perawatan. Tetapi, jika bekerja pada kondisi berat, adalah penting untuk menentukan penggantian filter pada interval yang lebih pendek sesuai dengan jenis dan bahan bakar ( kandungan belerang ) yang digunakan
Jangan membersihkan filter ( Catridge type ) dan menggunakannya lagi. Selalu ganti dengan filter baru.
Pada saat mengganti filter oli, cek apakah anda serbuk logam yang terjebak pada filter bebas. Jika ada serbuk logam, silahkan hubungi distributor Komatsu.
Jangan membuka bungkusan filter selama belum digunakan.
Selalu gunakan filter asli Komatsu.
Garis besar sistem electric
- Jika wiring basah atau penyekat msak, sistem listrik bocor dan ini dapat menyebabkan tidak berfungsinya mesin.
- Perbaiki yang berhubungan dengan sistem listrik yaitu ( 1 ) periksa kekencangan fan belt, ( 2 ) periksa kerusakan atau keausan pada fan belt, dan ( 3 ) periksa level air battery.
- Jangan melepas atau membongkar komponen listrik lain yang terpasang pada mesin.
- Jangan memasang beberapa komponen listrik lain dari yang dianjurkan oleh Komatsu
- Hati-hati, jaga agar sistem listrik bebas dari air pada saat mencuci mesin atau pada saat hujan.
- Kontroler untuk sistem pengontrol bisa menyebabkan tidak berfungsi dikarenakan gangguan gelombang dart luar, sebelum memasang radio receiver dan walkie - talkie atau citizen band, konsultasikan dengan distributor Komatsu anda.
- Bersihkan sistem listrik untuk mencegah korosi.
- Ketika memasang car cooler atau periengkapan elektrik yang lain, hubungkan peralatan tadi kesambungan sumber tenaga tersendiri, Penambahan tenaga tidak boleh dihubungkan ke fuse, starting switch atau battery relay.
Garis besar sistem hydraulic
Selama beroperasi dan segera setelah operasi berakhir, suhu pada sistem hidrolik masih tinggi. Ditambah lagi dengan tekanan hidrolik yang tinggi digunakan dalam sistem. Berhati-hatilah ketika memeriksa dan merawat sistem hidrolik.
Matikan mesin pada permukaan tanah yang rata, turunkan bucket ke tanah, kemudian atur sehingga tidak ada tekanan digunakan ke sirkuit silinder.
Selalu mematikan engine.
Segera setelah operasi, oli hidrolik dan.oli pelumas pada temperatur tinggi dan tekanan tinggi, maka tunggu agar sistem oli turun sebelum mulai melakukan perawatan Ketika suhu turun, di sirkuit mungkin masih ada tekanan di dalamnya, sehingga ketika mendorongkan plug atau screw, atau sambungan hose, jangan berdiri di depan komponen, kendorkan pelan-pelan untuk membuang tekanan di dalamnya sebelum melepaskannya.
Ketika melaksanakan pemeriksaan atau perawatan pada sirkuit hidrolik, buanglah selalu udara dari tangki hidrolik untuk menghilangkan tekanan didalamnya.
Perawatan berkala meliputi pemeriksaaa tinggi di hidrolik, penggantian filter dan mengisi off hidrolik
Apabila hose bertekanan tinggi, dll, dibuka, periksa O-ring dari kerusakan, bila perlu diganti.
Setelah elemen filter hidrolik dan strainer dibersihkan atau diganti, atau sistem hidrolik diperbaiki atau diganti atau pipa hidrolik dibuka, buang udara dari sirkuit hidrolik
Accumulator diisi dengan gas nitrogen bertekanan thiggi. Salah dalam penanganan bisa berbahaya Untuk prosedur penanganan
3. Langkah/Prosedur Perawatan dan Pengujian a. Motor Penggerak (Engine)
Penyebab kerusakan
Pemuaian yang berlebihan akibat overheating.
Dibebani secara penuh dengan mengejut dan dimatikan tiba-tiba tanpa langkah pendinginan.
Menggunakan oli yang tidak cocok
Oli engine kurang atau tekanannya rendah.
Kenaikan abnormal dari tempemtur oli resin.
Celah bebas piston yang tidak memadai.
Debu dan kotoran masuk lewat sister pemasukan udara
Unsur-unsur perawatan yang berpengaruh langsung terhadap keruskaan yang terjadi diantaranya adalah :
Oli Pelumas
Bagian-bagian engine yang saling bergesekan dilumasi, dibilas dan disekat oleh oli pelumas. Dalam kondisi normalpun akibat suhu tinggi yang harus diterima, oli pelumas akan mengalami proses oksidasi, sedang blow by dari gas pembakaran akan membuat oli menjadi kotor. Selain itu, kebocoran minyak solar akan menurunkan viskositas dan kualitas dari oli sendiri, sementar kebocoran air pendingin akan membuat oli menjadi teremulsi. Yang lebih penting lagi adalah, pemilihan jenis oli pelumas umuk engine haruslah disesuaikan dengan temperatur sekeliling. Jika kekentalan (viskositas) oli terlalu tinggi akan menimbulkan kesulitan pada saat starting dan mempertinggi kerugian gesek yang terjadi. Sementara jika kekentalan (viskositas) oli terlalu rendah, film oli akan pecah dan kontak langsung metal dengan metal akan terjadi.
Air Pendingin
Bagian luar pada cylinder liner dan bagian dalam dari cylinder head, dikelilingi oleh water jacket yang mendinginkan dan mencegah kenaikan suhu secara abnormal dari ruang pembakaran. Jika jenis air yang tidak tepat, jumlah air yang ada tidak mencukupi atau corrosion resistor yang tidak berfungsi secara memadai, kerak air dan kerak akan timbul sehingga menyebabkan penyumbatan - penyumbatan pada aliran air pendingin serta kavitasi yang mengakibatkan timbulnya pitting pada dinding luar cylinder liner.
Udara (Debu)
Peralatan konstruksi, biasanya dioperasikan pada kondisi udara yang sangat berdebu. Oleh sebab itu, menyaring udara yang dibutuhkan engine dari debu-debu yang ada dengan menggunakan sebuah air cleaner atau filter, mutlak harus dilakukan.Element filter yang sobek, kerusakan gasket pada sistem pemasukan udara atau clamp pengikat yang kendor akan menyebabkan ikut tersedotnya debu ke dalam ruang pembakaran dan merusak oli film pada bagian yang saling bergesekan sehingga menimbulkan gerusan pada liner dan piston serta kemacetan pada piston ring.
Air Cleaner
Jika air cleaner menjadi buntu atau rusak dibawah ini adalah problem-problem yang akan terjadi
Engine Oil Filter
Jika oil filter tersumbat atau buntu, berikut ini adalah beberapa problem yang
mungkin terjadi
Fuel Filter
Jika fuel filter buntu atau rusak, berikut ini adalah beberapa problem yang mungkin terjadi
Hydraulic Filter
Jika hidrolik filter buntu atau rusak, berikut ini adalah beberapa problem yang mungkin terjadi
b. Sistem Hydraulik
Langkah Perawatan Sistem Hidrolik Dozer adalah :
Periksa sistem hidrolik dari kerusakan, keausan, ruang main di peralatan kerja, silinder, sambungan dan slang (hose).
Pastikan bahwa tidak kerusakan, keausan dan kebocoran pada silinder (arm cylinder, boom cylinder, dan cylinder bucket) serta pada sambungan-sambungan.
Pengertian preventive Maintenance atau pemeliharaan pencegahan adalah suatu
kegiatan pemeliharaan yang bertujuan untuk menghindarkan laju kerusakan suatu sistem atau unit. Kegiatan pemeliharaan ini dilakukan sebelum dan selama mesin / peralatan itu beroperasi atau digunakan. Preventive maintenance ini bertujuan untuk.
Skema Sistem Hidrolik Dozer Komatsu
Pra-Pemeliharaan pada sistem hidrolik
Yang dimaksud dengan pra pemeliharaan ialah kegiatan persiapan sebelum mesin / alat dioperasikan dengan tujuan agar pelaksanaan pemeliharaan nantinya menjadi lebih sempurna. Hal-hal yang perlu dipersiapkan antara lain ialah:
Instalasi pemipaan sirkuit hidrolik yang memadai.
Alat-alat pemeliharaan seperti alat pengencang, alat penyetel, alat pemotong, alat pelumasan dan alat-alat kebersihan.
Alat-alat pengetes.
Alat-alat penunjang seperti alat angkat, alat angkut, alat penjepit dan sebagainya.
Bahan pemeliharaan seperti bahan pembersih, bahan pembilas dan bahan pencegah korosi.
Gudang suku cadang dan bahan-bahan pemeliharaan.
Gudang yang memenuhi syarat untuk oli / cairan hidrolik.
Gudang barang bekas atau komponen yang diperbaiki.
Perangkat administrasi pemeliharaan dan pergudangan.
Di samping persiapan tersebut di atas dalam pemasangan fasilitas yang menggunakan sistem hidrolik perlu dipersiapkan pula hal-hal berikut:
Untuk mesin-mesin yang stasioner, fondasi mesin harus memenuhi syarat, seperti ketebalan beton, komposisi campuran beton, luas fondasi, kedataran dan sebagainya.
Sedangkan untuk mesin yang mobile, perlu dudukan atau mounting yang cukup kuat pula.
Pemasangan mesin yang kokoh dengan pengikatan yang kuat.
Kedataran mesin (level) yang standar (perlu dilevel dengan alat pelevelan yang presisi).
Penyediaan sumber tenaga yang memenuhi syarat.
Dengan persiapan yang lengkap berarti pra-pemeliharaan telah dilaksanakan dengan baik sehingga pemeliharaan selanjutnya akan berjalan dengan lancar.Ada beberapa kunci penyebab permasalahan dalam Perawatan Sistem Hidrolik antara lain :
1. Kurangnya cairan hidrolik (oli) dalam tangki.
2. Tersumbatnya saringan (filter oil) karena cairan hidrolik yang kotor.
3. Kehilangan daya hisap pada saluran hisap.
4. Cairan hidrolik (oli) yang tidak cocok.
Berikut ini adalah kegiatan Perawatan Komponen Sistem Hidrolik yang secara rutin harus dilaksanakan secara sistematis.
1. Pengecekan sistem sebelum operasi
Pemeriksaan tangki hidrolik dan oli
Hal-hal yang perlu diperiksa ialah:
Periksa permukaan (level) oli apakah masih ada pada garis batas. Apabila kurang permukaan oli, tambahlah dengan oli yang sama. Apabila dari hasil pemeriksaan permukaan oli dari hari ke hari terlihat penurunan permukaan oli yang drastis, maka periksalah tangki oli atau pipa / selang barang kali ada yang bocor atau retak.
Pemeriksaan kondisi oli :
Bila oli berbusa atau bergelembung berati ada udara yang masuk. Periksalah bagian-bagian yang bocor dan betulkan.
Bila oli berubah menjadi seperti air susu berarti ada air yang tercampur ke dalam oli hidrolik. Gantilah oli itu dan pastikan bahwa oli tersimpan dengan baik dan tidak terkontaminasi oleh apapun.
Periksa saringan oli (oil filter). Sebelum mengangkat tutup filter lap (bersihkan) dulu kotoran atau debu yang melekat padanya. Bila memeriksa oli dengan tongkat (stick) lap dulu stick tersebut dengan kain lap yang bersih.
2) Pemeriksaan pendingin (cooler), saluran dan konektor
Bersihkan pendingin oli secara berkala, periksa bila ada yang bocor, jagalah sirip-sirip pendingin selalu bersih, jangan sampai terbalut oli, jagalah jangan sampai karatan dan sebagainya.
Periksalah saluran oli (konduktor) dan konektornya barang kali terjadi hal-hal :
Bocoran oli pada saluran tekan. Periksalah bocoran pada bagian luar selang atau pada fitting (konektor) dan selalu gunakan kertas kardos jangan diraba dengan tangan.
Bocoran udara. Tanda bahwa ada udara yang bocor terhisap ke dalam sistem ialah adanya gelembung udara atau buih pada oli dalam tangki.
- Pipa atau selang peok. Hal ini barangkali karena adanya buih, atau terlalu panas, atau kehilangan tenaga hidrolik. Gantilah pipa atau selang yang peok ini tetapi pipa pengganti harus dibersihkan dulu dan dicuci dengan bahan pelarut yang bersih pula.
Kencangkanlah semua konektor (fitting) yang kendor. Gunakan dua buah kunci untuk menghindari terpuntirnya pipa atau selang. Pengencangan dilakukan hanya sampai komponen tidak bocor lagi.
3) Pemeriksaan katup-katup
Periksa kebersihan katup, karena kotoran yang mengganjal pada katup akan membuat katup popet tidak menutup dengan rapat dan bila mengganjal pada katup geser dapat menyebabkan katup cepat aus.
Periksa keausan katup. Katup yang telah aus spoolnya (piston katup) atau piring gesernya atau dudukannya atau bolanya akan mengakibatkan kebocoran. Dengan demikian katup tidak dapat bekerja dengan sempurna.
4) Pemeriksaan silinder atau aktuator
Periksa kebocoran silinder baik kebocoran luar maupun dalam. Apabila terdapat kebocoran maka segeralah diatasi.
Periksa pengikatan silinder (cylinder mounting). Bila kendor, kencangkanlah, bila posisinya berubah betulkan .
Periksa posisi batang piston. Dalam keadaan berhenti mestinya batang piston berada di dalam; karena apabila posisinya di luar dia akan menjadi tempat berkumpulnya debu dan air embun yang akan mengakibatkan korosi. Bila terpaksa harus di luar maka perlu dilumasi dengan grease yang memadai.
Untuk motor hidrolik, periksa jangan sampai bekerja hingga suhu meningkat tajam, karena motor hidrolik tidak boleh bekerja pada suhu tinggi. Periksa juga apakah sistem pendinginan berfungsi dengan baik. Periksa dulu apabila motor hidrolik bekerja hingga suhu meningkat apakah oli di dalam sistem telah mencukupi.
Periksa pula kebocoran pada motor hidrolik seperti pada sambungan motor dengan selang , periksa sekitar poros yaitu pada sealnya apakah ada kebocoran dan periksa pada permukaan sambungan belahan motor.
5) Pemeriksaan pompa hidrolik
Periksalah sambungan antara selang saluran tekan dengan ulir pada penutup pompa
(cap screw) apakah sudah cukup kuat, sudah benar posisinya dan rapat.
Periksalah apakah ada kebocoran pada sambungan pompa dengan konektor dan konduktornya.
Periksa pompa hidrolik dalam keadaan jalan, apakah dengan keadan ini dengan tekanan kerja yang cukup tidak ada bocoran.
b. Pemeriksaan Baterai
Langkah Perawatan battareray yang merupakan sumber arus kelistrikan alat berat Dozer antara lain :
- Membersihkan permukaan baterai dengan air soda dan menggunakan kuas, kemudian keringkan dengan lap.
- Lakukan pengecekan tegangan dan arus pada baterai dengan volt meter dan ampere meter.
- Bersihkan kutub – kutub baterai dengan alat khusus. Jika tidak ada, pakailah sikat kuningan atau kertas gosok halus.
- Periksa berat jenis elektrolit, ketinggian elektrolit baterai, jumlah elektrolit yang tepat yaitu antara Upper Level dengan Lower Level. Bila level elektrolit rendah, isilah dengan air suling atau air accu.
- Perhatikan posisi pengikatan dan klem baterai harus kuat agar baterai tidak goyang saat kendaraan berjalan atau bekerja, sehingga dapat retak, elektrolit tumpah. pemasangan yang kuat akan mengurangi kerugian tegangan pada terminal, panas yang timbul pada terminal ataupun korosi.
d. Pemeriksaan air cleaner (saringan udara)
Lakukan pengecekan pada panel monitor, apakah lampu tanda clogging air cleaner berkedip, jika ya maka segera lakukan pembersihan air cleaner,jika masih tersumbat lakukan penggantian.
Untuk melakukan pembersihan, buka pintu belakang sebelah kiri alat, lepas pengunci lalu lepas cover.
Lepas elemen air cleaner lalu bersih kan dengan semprotan udara bertekanan dari sisi dalam ke sisi luar.
Jika elemen tersebut masih dapat digunakan pasanglah kembali elemen tersebut pada cover. Pasang pengunci dan tutup kembali pintu kiri belakang.
e. Pemeriksaan engine oil
Buka penutup engine pada mesin. Lepaskan batang pengukur lalu bersihkan.
Masukkan kembali batang pengukur sepenuhnya kedalam pipa pengisian oli. Kemudian tarik kembali pastikan level oli ada pada posisi antara H dan L, jika level oli di bawah L maka tambahkan oli yang sesuai pada lubang pengisian.
f. Pemeriksaan bahan bakar
Gunakan kaca penduga (sight gauge) pada permukaan depan tangki bahan bakar untuk memeriksa bahwa tangki terisi penuh.
Jika level bahan bakar tidak dalam batas kaca penduga, tambahkan bahan bakar melalui lubang pengisian dan sementara perhatikan kaca penduga.
Setelah penambahan bahan bakar, kencangkan penutup dengan aman.
g. Pemeriksaan Brake Oil Tank
Pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa kondisi dan tinggi minyak rem dalam tangki reservoir. Jika tinggi minyak rem berada di bawah batas LOW, tambahkan minyak rem yang sama spesifikasinya sampai batas FULL.
h. Pemeriksaan water separator
Periksa posisi ring pada water separator apakah sudah pada tanda garis maksimal. Jika sudah maka lakukan pengurasan pada water separator.
Kendorkan saluran pembuangan dan buang air juga kotoran dari dalamnya. Kemudian kencangkan lagi.
i. Pemeriksaan Parking Brake.
Pemeriksaan yang dilakukan yaitu dengan mengamati pada ruang operator apakah handle parking brake pada posisi aktif atau tidak. Jika posisi parking brake tidak aktif segeralah untuk menarik tuas tersebut.
j. Pemeriksaan terhadap foot brake
Injak pedal rem sepenuhnya hingga berhenti.
Jarak lintasan berada pada pusat pedal, sebagai contoh pada dozer shovel (D75S-5) yang mempunyai jarak tinggi pedal 127-191 mm.
Jika jarak ini melebihi 191 mm, sebaiknya lakukan penyetelan ulang.
k. Pemeriksaan terhadap fan belt dan cooling fan.
Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur tegangan tali kipas yaitu 6 Kgf dan defleksi maksimal 13 mm.
Periksa kondisi tali kipas dari keretakan dan keausan, jika sudah tidak sesuai toleransi sebaiknya diganti.
Pemeriksaan kondisi kipas radiator dapat dilakukan dengan melihat kelengkapan sudu-sudunya, bantalan dudukannya dari kerusakan atau keausan.
l. Pembersihan cermin pandangan belakang, periksa terhadap kerusakan.
Pastikan bahwa kondisi cermin pandangan belakang bersih, dapat dipandang dari kursi operator.
m. Pemeriksaan sabuk pengaman dan klem pemasangannya
Periksa bagian pengait, penangkap dan kaki pengait terhadap kerusakan. Jika ditemukan kerusakan segera lakukan perbaikan.
Komentar
Posting Komentar